Ceklek Layla membuka matanya mendengar suara pintu terbuka. Layla menatap Ari dan nenek yang datang menjenguknya, "Ya allah nak," ucap nenek mendekatinya menangis tidak percaya. "Hai nek," sapa Layla lemah. "Maafin nenek sayang," Layla menggeleng, "Aku gapapa nek, nenek jangan nangis" Tangan nenek mengusap kepala Layla penuh penyesalan, dia malu dan juga marah kenapa Arhan begitu tega melakukan kekerasan kepada gadis cantik ini. "Maaf nak," sahut Ari mendekatinya. Ari menatap Layla penuh penyesalan, "maafkan om, maafkan Arhan nak.." "Jangan minta maaf om, nek aku gapapa. Gimana kabar Arhan?" Nenek menggenggam tangan Layla erat, kenapa gadis ini menanyakan orang yang sudah membuatnya seperti ini? Kenapa Layla masih memikirkan Arhan? "Dia baik." jawab Ari singkat. Layla terseny

