Chapter 24

1848 Kata

Suasana markas kali ini terasa mencekam, bagaiman tidak ketika si penguasa jalanan sedang diuji kesabarannya oleh keempat berandal ini. Arhan dan Yuda bersedekap d**a menatap tajam keempat orang ini yang sudah babakbelur karenanya. Abdi, Diki, dan Lio masih sempat memberikan tamparan ke arah mereka berempat. Sebagian anggota keluar dan menjaga markas barangkali ada serangan tiba-tiba. Abdi, Diki, dan Lio serta Arhan dan juga Yuda berdiri memutar mengintimidasi keempatnya. Windi dan Layla ada diantara mereka masih dengan nyawa yang belum terkumpul akibat kejadian tadi. Brian berdiri di sudut ruangan di dekat perusuh itu dengan aura marah yang sangat kental, matanya memperhatikan wajah Layla yang duduk di belakang sana di samping Windi yang terlihat mengusap lututnya. Brian menghela naf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN