Chapter 54

1977 Kata

Tatapan tajam Windi tidak terlepas dari Dahlia yang kini berpura-pura paling tersakiti di sini. "Lo terlalu ganjen tau!" sungut Windi lagi. "Win," tegur Brian yang kini sedang menahan emosinya. Beberapa menit yang lalu seluruh anggota club Kobra baru saja datang di cafe ini dan ternyata ada Arhan dan juga Dahlia yang terlihat mesra. Arhan kembali menyulut emosi club ini terutama Brian dan Windi, kedua orang itu yang paling tidak terima jika Layla dipermainkan seperti ini. Brian menatap lurus ke arah Arhan dan dia berhasil mengintimidasinya. "Jujur sekarang." "Dia sahabat gue bang, iya dia emang mantan gue tapi apa salahnya damai sama masa lalu?" Windi berdecih mendengarnya, "damai atau balikan?" tanya Windi sarkastik. Anggota lain yang di belakang Windi mendengus sinis pula, mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN