Chapter 48

1714 Kata

Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan sudah berlalu dan kali ini Windi muak melihat Arhan dan juga Dahlia tidak ada jarak. Windi sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan Arhan, diapun kini lebih dekat dengan Rei meskipun lelaki itu selalu membuatnya darah tinggi. Windi tau jika Arhan belum menyampaikan berita yang harus disampaikan, lelaki itu sangat keras kepala. Arhan dan Dahlia di sana tertawa bersama seolah dunia hanya milik berdua, tidak memikirkan ada hati yang terluka jika dia melihatnya. Arhan kini banyak tersenyum dan berinteraksi dengan Dahlia, hanya butuh waktu tiga bulan keduanya seperti pasangan kekasih. Semua mahasiswa yang tau hubungan keduanya kini tidak peduli lagi karena Windi sudah mewanti-wanti mereka agar tidak ikut campur, biarkan Arhan bersenan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN