Bram turun dari mobil, dengan sangat lemas. Ia tak mendengarkan Guntur yang terus membicarakan perannya di drama. Bram sangat tidak mood. "Lo dengerin gue?" tanya Guntur mengernyit, karena Bram diam saja sepanjang perjalanan ke kelas. "Nggak," jawab Bram jujur. "Maksud gue, yah ... gue denger. Tapi, gue nggak nyimak." "Sudah kuduga." Guntur mendengus. "Gue tadi bilang, lo sama Stella ada adegan pelukan gitu di drama. Enak banget, ya." "Hah?" Bram mengernyit. Membayangkan dirinya berpelukan dengan Stella di depan orang banyak, membuatnya keringat dingin. "Mampus gue." "Kenapa mampus? Lo harusnya bersyukur!" Guntur tertawa, merangkul Bram. "Gue nggak pernah pelukan di depan umum. Eh, maksud

