Bab 34

1464 Kata

Hanny sedang membenarkan dasi kakaknya yang sangat bodoh. Ia merengut kesal, karena kakaknya masih saja bertingkah konyol di hari pernikahan orang tua mereka.                 "Gimana bisa, dasi Bang Bram jadi keiket simpul mati begini?" tanya Hanny menahan kesal, dan berusaha melepaskan dasi yang mencekik leher Bram.                 "Gue nggak tau. Gue cuma ikutin instruksi Guntur lewat telepon. Eh, malah keiket begini..."                 "Kak Guntur kok didengerin?" Hanny mengembuskan napas lelahnya. "Udahlah, gunting aja!"                 "Eh, ini dasi mahal! Gue nyiapin dasi ini sejak ... tiga jam yang lalu."                 "Aku mau minjem dasi papi dulu. Tunggu sini!"                       "Iya, iya." Bram duduk dengan sebal di tempat tidurnya. "Guntur b**o. Dia tadi terdengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN