Bram sudah mengetahui rahasia Troy, dari Stella. Tapi, mungkin ... pura-pura tidak tahu, itu jauh lebih baik bagi Bram. Bram tetap sering mengobrol dengan Troy, dan makan siang bersamanya di kantin. Walau sedikit canggung, tapi Bram berusaha bersikap biasa saja. Waktu sudah berlalu begitu cepat, dan ujian akhir semester berlangsung hari ini. Bram cukup lega, karena soal Bahasa Indonesia tidak sesulit yang ia kira. Yah, walau Bram rasanya seperti membaca koran, karena soalnya sangat panjang. Jam istirahat berbunyi, Guntur langsung merangkul Bram dan mengajaknya ke kantin. "Gila, mata gue kayaknya jadi jereng," ujar Guntur mengusap matanya, "soal ujiannya sepanjang jalan kenangan, anjir." Bram mengangguk setuju. "Hiperb

