Epilog

1767 Kata

Pemakaman.                   Bram tidak menyangka, akan berada di tempat ini lagi dan melihat orang-orang berduka.                 Lebih parahnya, orang yang paling berduka saat ini adalah perempuan yang sangat Bram sayangi. Rasanya sakit, saat melihat orang yang kita sayang menangis di pemakaman.                 "Stell, ayo pulang..." Bram menyentuh bahu Stella, namun Stella tetap tidak mau bangkit berdiri dari makam ibundanya.                 "Lo pulang duluan aja. Gue masih mau di sini, Bram!"                 "Lo pikir, gue bisa pulang dan biarin lo kehujanan gitu?" Bram dari tadi memayungi Stella, karena cuaca tiba-tiba turun hujan. Untung saja Bram membawa payung di mobilnya.                 "Biarin aja gue kehujanan, sakit, terus mati. Terserah!"                 "Stella..." Br

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN