Morgan house village, Brooklyn, New York. Pekik angin siang menuju serambi rumah menimpa tulip segar kesukaan ku tak membuat kagum merekah bangga, wajahku masih muram mendapati alasan Matt akan melesat pergi untuk kembali menyelesaikan pekerjaan yang telah tersusun tinggi. Aku berlari kasar menuju halaman utama sedang melambangkan kekuatan mewah pada koleksinya, mataku hanya melirik, meniti malas berkelanjutan. Aku tak menghiraukan penjelasan keterangan dari mulut Matthew yang selalu membual, "Barbie?" Aku menarik tanganku saat ia merengkuhnya__pria licik selamanya akan berlaku curang__, meski Matt mengejar dengan langkah santai aku tak suka akibat ini. Ku naiki tangga arah kamar dengan cepat, harga kemarahan ku mahal dan tak tertawar. Hampir ku sentakan keras

