Sinar matahari perlahan mulai muncul, tubuh Siska menggeliat saat sedikit cahaya yang memantul dari jendela mengenai wajahnya, lalu ia mulai membuka matanya. "Aaaahhh!" teriak. Siska saat menyadari dirinya tidak memakai sehelai benang pun, seketika membuat Reyhan terbangun. "Siska, ada apa? Kenapa pagi-pagi kau sudah berteriak?" tanya Reyhan dengan suara khas bangun tidur. "Maaf Rey, aku kaget saat melihat tubuhku polos, aku lupa kalau kita sudah menikah," jawab Siska malu. "Astaga Siska, apa kau mau kita melakukannya sekali lagi agar kau mengingat kalau kita sudah menikah ha," ucap Reyhan. "Gak, gak, ini saja masih sakit, masak mau masuk lagi," gerutu Siska. Reyhan lalu memejamkan matanya kembali dan melanjutkan tidurnya. "Reyhan, Ayo bangun," ucap Siska menarik tangan Reyh

