"Siska!" panggil ibunya di depan pintu kamar. "Siska...!". Tapi tidak ada jawaban dari Siska, akhirnya ibu siska masuk ke dalam kamar dan melihat Siska yang sedang menangis di atas tempat tidurnya, ibu siska lalu menghampiri Siska dan memeluknya. "Siska, kenapa kau menangis Nak?". "Sekarang Siska sudah tidak bekerja lagi Bu, bagaimana nanti dengan pengobatan Ayah," jawab Siska. "Siska sudahlah jangan menangis, ayahmu akan baik-baik saja kau tidak perlu mencemaskannya," ucap ibu Siska menenangkan. "Siska, hari ini ayah dan ibu sangat bahagia karena sebentar lagi kau akan menikah," ucap Ibu Siska. "Menikah? maksud ibu apa, siapa yang mau nikah?" tanya Siska. "Ya anak ibu lah yang mau nikah siapa lagi," jawab ibu Siska. Ibu siska lalu memberikan cincin yang di berikan Reyhan kepad

