Malam hari Fani berbaring di atas tempat tidurnya sambil tersenyum melihat foto-foto yang kirim Siska padanya. "Sayang, kau kenapa kesambet ya senyum-senyum sendiri?" tanya Dave yang baru kembali dari Ruang kerjanya. "Ini aku sedang melihat Foto yang di kirim Siska dia bilang tadi siang ia makan di Restoran mahal," jawab Fani. "Ow, bagaimana kalau besok kita makan disana juga?" tanya Dave. "Tidak perlu Sayang, makan di mana pun asalkan bersamamu itu sudah cukup bagiku," jawab Fani. Dave tersenyum, entah mengapa ia merasa teduh mendengar jawaban istrinya itu. "Sayang, pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Fani. "Iya baru saja selesai," sahut Dave. Dave melangkahkan kakinya mendekati Fani dan duduk di sebelahnya, Dave mencium dan mengelus perut Fani yang masih rata, kegiatan yang

