Di sisi lain Reyhan tengah menjemput Siska pulang dari kantornya, Siska langsung menghampiri mobil Reyhan ketika ia melihatnya lalu Siska masuk ke dalam mobil. Di perjalanan Siska melirik Reyhan sesekali, ia merasa bingung dengan sikap Reyhan yang biasa selalu membuatnya kesal kini hanya diam saja. Siska ingin bertanya kepada Reyhan tapi ia mengurungkan niatnya karena takut Reyhan marah, tiba di Rumah ketika Siska hendak turun tanpa sengaja ia melihat tangan Reyhan yang terluka. "Rey, tanganmu kenapa?" tanya Siska memegang tangan Reyhan. "Tidak apa-apa hanya luka kecil saja," jawab Reyhan cuek. "Tapi ini harus di obati Rey, ayo turun kita obati dulu lukamu!" ucap Siska. "Itu tidak perlu Siska," sahut Reyhan. "Ayolah Rey kita obati dulu tanganmu, kau jangan keras kepala," paksa

