"An, bangun!" Ana semakin mengencangkan selimut yang ia kenakan. Dia berusaha mengabaikan tendangan Cika, yang walaupun tidak terasa sakit, tetapi sangat mengganggu tidur nyenyaknya. "Lo, beneran gak mau pulang?" "Itu pertanyaan lo yang keseratus dua puluh tujuh juta kali, deh ... kalau gue gak salah hitung," jawab Ana di sela-sela aktivitas menguapnya. "Dan lo sama sekali gak ada niatan menjawab pertanyaan gue yang keseratus dua puluh tujuh juta kali itu? Luar biasa.” Cika bertepuk tangan. "Cik, Apaan sih lo!" seru Ana ketika tendangan Cika semakin lama semakin mirip tendangan kapten Tsubasa. "Pulang sono!" seru Cika. Semakin lama perempuan itu semakin menaikkan volume suaranya. "Lo ngusir, gue?" "Iya gue ngusir lo! Mau sampai kapan lo sembunyi di rumah gue? Lo gak kasihan sama or
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


