"Ah, tidak!!! Tolong lepaskan aku!" jerit Cassie dari dalam kamar. Sontak membuat Nathan terbangun. Jeritan Cassie yang berasal dari kamar di sebelahnya membuatnya berlari bergegas menemui Cassie, takut kalau ada sesuatu terjadi. "Cassie, kau tidak apa-apa?" tanya Nathan sambil menghampiri Cassie. "Ini, minumlah," tambahnya sambil meyodorkan segelas air kepada Cassie. Cassie mengelus rambutnya. Ia terlihat terengah-engah mengatur napasnya. "Aku tidak apa-apa. Maaf jika membuatmu terbangun. Tidurlah lagi. Ini hanya mimpi buruk," jawab Cassie sambil meminum air yang Nathan sodorkan lalu menaruhnya lagi di atas nakas. "Baiklah. Jika kau butuh sesuatu. Panggil saja aku," kata Nathan meninggalkan Cassie. Baru saja satu jam, tiba-tiba Cassie terdengar berteriak lagi. Bahkan dua jam kemudia

