"Bokapnya Andra?" Alih-alih suara Dara mampu mengagetkan Dyandra, sehingga jantungnya terasa seperti ingin copot detik itu juga. "Eh? Bokapnya Andra? Kenapa?" Karena mendadak jadi linglung, Dyandra malah balik bertanya. "Tadi gue denger lo nyebut-nyebut bokapnya Andra, Om Nico maksud lo? Kenapa dia?" Dara berjalan santai memasuki kamar adiknya. Menggeratak sebuah lemari kecil, tempat biasanya Dyandra menyimpan jajanannya. Dyandra bernapas lega. Ternyata Dara tidak mendengar keseluruhan apa yang dia katakan tadi. "Anu," Dyandra menggaruk kepalanya, bingung. "gue tadi abis nonton berita sidang bokapnya Andra, buktinya hampir lengkap." Bagusnya sebelum belajar Dyandra menonton televisi dulu. Kebetulan yang sedang ramai ditayangkan di setiap televisi adalah proses persidangan Nico. Jadi dia

