"Dara! Dara, bangun sayang. Sekolah!" teriak Weny di balik pintu kamar Dara sambil terus-terusan mengetuk pintu itu. "Ntar, Ma. Baru juga jam enam," Dara menyahut lesu, mengumpat di balik selimut tebalnya. Matanya masih tertutup rapat. Mulutnya masih menguap-nguap. Semalam anak itu tidur cukup larut, lantaran banyak hal yang harus dia pikirkan hingga membuatnya tidak bisa tidur. "Itu, temen kamu udah jemput, sekarang dia lagi nunggu kamu di bawah." Dara terkesiap. "Siapa, Ma? Lita? Gak mungkin," sangkalnya. "Bukan, cowok. Ganteng, tinggi, pakai kacamata. Kalau dari tampilannya sih kayaknya dia anak yang cerdas," jelas Weny secara mendetail. Andra! Sudah pasti Andra! Tebakan Dara kali ini tidak mungkin salah! Secepat kilat Dara menyambar handuknya. Terbirit ke kamar mandi. Sampai seles

