"Papa pulang." ujar Nico seraya melepas jasnya. Tidak ada sahutan. Rumah megah itu terlihat kosong melompong. Namun saat naik ke lantai dua, terdengar suara tawa mesra seorang pria dan wanita dari dalam kamarnya. Ketika dia buka, ternyata di dalam ada istrinya yang sedang b******u mesra dengan pria lain. Baik pria itu maupun istrinya, sama-sama shock berat melihat sosok Nico berdiri di ambang pintu. Plak Tangan besar Nico mendarat dengan keras di pipi kanan istrinya yang halus itu. "Bisa-bisanya kamu bermesraan dengan pria lain, sementara aku sedang bekerja keras di luar sana?! Dasar p*****r!" "Sembarangan kamu bilang aku p*****r!" "Kalau bukan p*****r, lalu apa? w***********g? Kuceraikan kamu malam ini juga!" "Kamu itu Nico, hidupmu terlalu sempurna, dengan bisnis yang gemilang, tig

