Maaf, jika aku pergi tanpa pamit padamu. Sejujurnya aku tidak ingin pergi tapi aku terpaksa, terpaksa pergi darimu... Saat ini malven, elina dan bayi felicia tengah menikmati sore hari bersama - sama. Elina terpaksa membatalkan niatnya pergi dari pria itu, karna saat ia pulang malven sudah terlebih dahulu berada di dalam apartemennya. Bahkan pria itu langsung mengambil felicia dari gendongannya, karna rasa rindu yg membuat malven tidak bisa jauh dari bayi felicia sedetik pun. Elina tengah duduk menatap wajah ceria malven yg tengah menciumi wajah mungil felicia. "Maafkan aku, jika nanti aku harus pergi darimu. Sungguh aku terpaksa melakukan hal ini. Aku tidak pantas bersanding denganmu hanya wanita yg sederajat saja denganmu yg lebih pantas bersanding denganmu,"batin elina hancur. "Saya

