Kesedihanku tidak ada apa - apanya, andai....andai kau tidak meninggalkan aku mungkin aku akan memilih untuk tetap hidup. Andai....andai jiwaku bukanlah devil mungkin....mungkin aku masih bisa bertahan.... Elina dengan cepat membuka amplop putih itu, untuk melihat isi di dalamnya, dengan felicia yg berada di dalam gendongannya. Tubuh elina menegang dengan kedua mata berair miliknya saat membaca sebuah surat yg sangat elina kenali tulisan siapa yg berada di dalam surat itu. Siapa lagi jika bukan Malven Ishara Alvito, Malven Ishara Alvito lah yg menulis surat itu padanya. Isi surat? "Di kehidupanku tidak seharusnya aku mengenal yg namanya cinta, tapi....tapi aku tidak pernah berpikir jika wanita yg aku cintai justru lebih memilih pergi tanpa mau memberikan aku sebuah jawab. Aku tidak memi

