"Apakah semuanya baik-baik saja?" Shofia yang melihat James bersandar di sofa dengan lemah, mendekatinya dengan membawakan secangkir kopi. Malam mulai larut. Carly telah tinggal di apartemen miliknya sendiri, sehingga James hanya ditemani oleh Shofia. Mereka berdua cukup harmonis, mengingat mereka saling memahami dan menerima situasi masing-masing dengan baik. Sebagai istri, Shofia cukup pengetian. "Anak itu membuat masalah lagi!" James memijat pelipisnya, berharap dengan begini sakit kepalanya terasa lebih baik. Mendengar ini, Shofia langsung paham siapa yang dimaksud James. "Dia mengagunkan dua vila besar untuk berinvestasi." Bukannya membaik, kepala James terasa lebih sakit daripada sebelumnya. "Tolong ambilkan aku aspirin," pinta James dengan suara rendah. Shofia segera bergega

