Mulai Bekerja

1150 Kata
Empat hari ini, Raymond membantu mempersiapkan Bianca untuk mengganti posisi CEO di Line Corporation. Bianca mewarisi Melano Luiz, sekretaris sekaligus asisten CEO sebelumnya. Melano merupakan seorang wanita tiga puluhan dengan tubuh seksi yang mampu merayu banyak laki-laki. Saat pertama kali melihatnya, Bianca sempat berpikir negatif wanita itu melayani atasan sebelumnya dalam wilayah abu-abu juga. Lihat saja tubuhnya yang seperti model majalah dewasa. Siapa yang tidak akan memikirkannya untuk digunakan pada hal-hal lain? Namun, bagaimanapun juga, kehidupan pribadi orang lain bukanlah urusan Bianca. Selama Mela bekerja dengan baik dan tidak memberi gangguan pada tujuan Bianca, Bianca tak ingin ikut campur dalam masalah pribadinya. Di hari pertama Bianca bekerja, dia mengumpulkan seluruh kepala divisi, membahas ulang target mereka dan mengenali lebih dalam setiap strategi staff terkait dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Setelah melakukan beberapa pertemuan berrturut-turut, Bianca akhirnya mampu mengambil gambaran utuh bagaimana kinerja mereka sesungguhnya dan target apa saja yang mereka miliki untuk beberapa waktu ke depan. Di luar dugaan, Melano bekerja sangat gesit. Dia orang yang fleksibel, cepat memahami perintah, dan selalu teliti dalam menyampaikan informasi. Bianca sangat puas dengan wanita itu. "Anda berhasil mengambil hati semua kepala divisi dengan rencana-rencana yang Anda paparkan!" Melano memuji kecerdikan Bianca dalam mengambil tindakan. Bianca telah berada di perusahaan selama seminggu. Semakin hari, Melano semakin mengagumi Bianca yang penuh pemikiran, bersedia kerap melakukan feedback berkala pada kinerja karyawan di bawahnya, dan sesekali merombak rencana jika ada variabel yang tidak sesuai dengan yang ia spekulasikan. Selama seminggu ini, Bianca berhasil mendapatkan satu kontrak besar yang sebelumnya sulit mereka raih. Selain itu, dengan ambisi Bianca yang kuat, dia berhasil membangun semangat orang lain untuk melakukan aksi besar-besaran meraih target perusahaan yang diperbesar dua kali lipat di bawah kendali Bianca. Sebelumnya, dengan rencana-rencama Bianca yang sebelumnya terdengar terlalu ambisius dan besar, banyak orang berpikir Bianca terlalu sombong. Namun, melihat kinerja Bianca yang seperti sapi perah tanpa mengenal kata menyerah, semua orang berubah kagum dan perlahan diyakinkan oleh Bianca untuk mengikutinya. "Evaluasi terus kinerja para manajer. Dan untuk bagian marketing, aku ingin mereka berkembang lagi dalam memasarkan produk kita!" Bianca mengetukkan ujung jemari di permukaan meja kantor yang licin, matanya menyipit memikirkan sesuatu. "Hubungi bagian IT dan Marketting. Aku akan mengadakan rapat untuk nanti sore!" Strategi marketting memang sudah bagus, tetapi Bianca ingin mereka lebih kuat lagi dalam memasarkan produk, terutama dalam pemasaran online. Sekarang semuanya serba digital. Teknologi perusahaan harus lebih maju dalam menjangkau pasar. "Ya." Melano mengangguk kecil.. Sempat terdengar selentingan jika nyonya Rivera adalah wanita berotak kosong. IQ-nya mungkin sama besarnya dengan IQ anak tujuh tahun sepanjang menyangkut masalah bisnis. Tampaknya semua itu hanya rumor. Melano melihat sendiri kinerja Bianca yang kuat dan tak kenal ampun. Bagaimana orang seperti itu dikatakan sebagai sampah dan sia-sia? "Ada apa denganmu?" Melihat Melano yang menatapnya lama, Bianca jadi bingung sendiri. Apakah asistennya menyimpan keluhan? "Tidak. Saya hanya teringat beberapa rumor buruk yang sebelumnya berkembang bebas!" Melano menggelengkan kepala, dalam hati menertawakan orang bodoh mana yang sanggup menciptakan rumor itu. Bianca menatap Melano penuh arti, dalam hati paham apa sebenarnya yanh wanita itu pikirkan. Reputasi Bianca sebelumnya cukup terkenal. Terkenal buruk. Mereka yang sudah mendengar selentingan terkait Bianca, wajar jika meragukan Bianca sekarang. Untuk menutup semua itu, satu-satunya cara adalah menunjukkan kinerja secara langsung, bukan mendebat dengan mulut belaka. "Rumor buruk tentangku?" Bianca menebak dengan akurat, tetapi Melano langsung diam tak berani menjawab. Tidak ada bawahan yang cukup gila untuk menyampaikan pada atasannya secara langsung betapa buruk rumor yang telah tersemat padanya. "Seseorang akan mengenal satu sama lain setelah mereka berinteraksi lama. Banyak hal sengaja dibuat simpang siur untuk menyesatkan orang!" Bianca mengangkat bahu, tak terlalu peduli. Mendengar ini, Melano mengangguk dalam-dalam. Ya. Bianca benar. Dia hampir lupa sebesar apa nama Rivera dalam dunia bisnis. Nama itu sudah melegenda dan banyak dikaitkan dengan berbagai rumor, baik ambigu maupun rumor buruk. Mungkin, memang ada pihak-pihak lain yang sengaja berkonspirasi untuk menjatuhkan nama Rivera dan menurunkan pamornya dengan hal-hal yang tidak benar. Rumor yang terkait pada Bianca pastilah konspirasi dari beberapa orang jahat. Rumor itu jauh dari kebenaran dan pastinya sengaja diciptakan untuk memperburuk nama suaminya, yang kemungkinan diharapkan berimbas pada bisnis Raymond. Melano berpikir terlalu dalam, mengaitkan banyak hal sesuai dengan pikiran liarnya. Untung saja Bianca tidak tahu apa yang wanita itu pikirkan. Seandainya tahu, dia pasti akan tertawa terbahak-bahak. Melano terlalu banyak berpikir. Rumor Bianca sebelumnya ada karena dia memang memiliki kebobrokan di mana-mana. Kebiasaan baiknya hampir dikatakan tidak ada sama sekali. Kualitas yang kini ditampilkan pada Melano, murni karena Bianca telah menempati tubuh ini. Seandainya saja jiwa Bianca belum berubah, wanita itu tak akan mungkin berada di titik ini sekarang. "Mulai sekarang, sejak saya bekerja pada Anda, saya tak akan membiarkan satu pun orang membicarakan Anda dengan tidak hormat!" Melano berjanji, mengepalkan kedua tangannya penuh kesungguhan. Mendengar ini, Bianca hanya mengangguk pasrah. Tampaknya dia mulai memiliki bawahan setia. Saat Bianca baru saja membuka file di komputer untuk mempelajari tawaran proyek, tiba-tiba Bianca melihat sebuah gambaran di kepalanya. Dalam gambaran tersebut, ada kecelakaan besar yang terjadi pada sebuah pesawat komersil yang terbang dari New York ke Rio De Jenairo, saat baru saja lepas landas ke Brazil. Bianca melihat nomor registrasi pesawat terbang di bagian ekor pesawat. Pesawat itu mengalami turbulensi besar dan kerusakan mesin akibat bertabrakan dengan sekawanan burung. Salah satu burung masuk ke dalam bagian mesin, mengakibatkan error fingsi. Yang lebih mengejutkannya, Raymond ada di sana, mengambil first class. Tubuh Raymond penuh darah, terpental oleh gerakan pesawat yang kacau. Adegan berubah tiba-tiba. Banyak stasiun TV dan media menyiarkan berita tentang kecelakaan fatal ini, mengakibatkan hampir sembilan puluh tujuh persen korban meninggal di tempat. Kode penerbangan pesawat disiarkan di mana-mana, nama korban disampaikan di media, termasuk Raymond di dalamnya. Tangan Bianca bergetar hebat. Dia bersandar di sandaran kursi kantor dengan wajah pucat pasi, kehilangan rona merah yang biasanya tampak menawan. Napas Bianca terputus-putus, seolah-olah ia baru saja menjalani lari maraton. Tubuhnya lemah, lunglai, dan rasanya bisa terbang terbawa angin. "Apa Anda baik-baik saja?" Melano yang melihat kelainan Bianca, berjalan mendekat dengan wajah cemas. Beberapa saat yang lalu, Melano melihat Bianca baik-baik saja. Sekarang, wanita itu tampak kacau oleh sesuatu. Mungkinkah Bianca memiliki riwayat sakit yang berat? "Tidak apa-apa. Bisakah kau ambilkan aku minuman baru?" Melihat gelas kristal yang kosong, Bianca berinisiatif untuk meminta tolong pada Melano yang segera pergi melakukan intruksi. Setelah Melano pergi, Bianca menenangkan hatinya perlahan-lahan. Dia baru saja melihat gambaran lagi, seperti yang ia pernah alami terkait Fay. Bianca mengalami dilema. Dia tak tahu apakah yang ia lihat ini benar-benar akan terjadi atau tidak. Ia juga tak tahu apakah Raymond akan mendengarkan kata-katanya atau tidak terkait masalah ini. Namun, satu hal yang Bianca tahu. Dia tak bisa membiarkan Raymond mengalami kecelakaan tersebut. Raymond adalah satu-satunya cara ia meraih kekuasaan dan kekuatan. Tanpa bantuannya, mungkin Bianca akan menghabiskan waktu dan tenaga tiga kali lipat untuk mendapatkan hasil yang sama. Dia tidak mungkin membiarkan dirinya kehilangan Raymond. Lelaki itu masih terlalu berharga untuknya saat ini. ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN