38

1268 Kata

“Bukan gue ataupun Keenan yang bikin akun-akun kaya gitu buat lo! Mau percaya atau nggak terserah lo, Bang Sat. Tapi sebejat-bejatnya kita, kita masih tahu batasan privasi orang kok! Sekarang coba lo cek ponsel lo atau hal apapun yang berkaitan dengan lo. Temen tim lo, atau orang rumah, kira-kira ada gak di antara mereka yang berpotensi ngejebak lo kaya gini?” Ucapan Kurta terngiang-ngiang seolah kaset CD yang terus berputar di kepala Satria. Dia buru-buru pulang ke rumah untuk mengadu pada Arin. Khawatir kalau Arin pun mengalami hal yang sama. Mungkin ada orang jahat yang sedang mengintai mereka, begitu pikir Satria. Ketika Satria sampai di rumah, ia menuju lantai dua. Berdiri tepat di depan pintu kamar Arin dan mengetuk pintunya tiga kali, sesekali diiringi panggilan. “Rin, Arin!” beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN