32

1348 Kata

Detik jam dinding terdengar semakin jelas ketika malam berganti menjadi pagi. Udara semakin dingin sehingga Arin harus menarik selimut yang ia pakai sampai menutupi lehernya, hanya kepalanya saja yang menyembul keluar. Berkali-kali Arin berbalik dan berganti posisi untuk mendapatkan posisi yang nyaman supaya ia bisa segera terlelap. Rasanya sudah lama ia berbaring tetapi mata tak kunjung terpejam. Sampai Arin memutuskan untuk meraih ponselnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Hembusan napas berat keluar dari Arin, berusaha untuk rileks dan mencoba tidur lagi. “Ayo tidur, Rin! Besok lo kerja!” bisik Arin dengan tegas pada dirinya sendiri. Dia bahkan sampai menampar-nampar pipi sebab merasa gemas pada badan yang sudah lelah tetapi mata tetap tak mau terpejam. Ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN