65

1049 Kata

“Emangnya aku salah ngomong, ya? bukannya kemarin pas ada Keenan juga aku bilang kalau kita pernah …,” Vanila menggantung ucapannya, kemudian menatap Arin seraya tersenyum menyeringai. “… tidur bareng!” Satu detik, dua detik, bahkan sampai detik ketiga tak ada respon yang diberikan Arin. Satria tak peduli tentang Vanila. dia hanya memperhatikan Arin. Bagaimana kalau istrinya itu meledak dan membuat kekacauan? Tapi ternyata yang terjadi adalah diluar perkiraan. Dengan santainya Arin mengambil cangkir kopi lalu menyeruputnya secara perlahan. Merasa tak dipedulikan, Vanila geram pada Arin. "Mbak, kok kamu santai aja ya denger cerita kaya gini? Udah biasa, atau kamu juga udah pernah ditidurin Satria?" tanya Vanila tanpa rasa malu. Anjir si Vanila, mulutnya harus di sambelin! geram Satria.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN