“Kalian udah lihat ini semua? Buku nikah dan KTP status pernikahan saya, bukti ini sah dan valid! Dan perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa pada awal kedatangan Satria ke rumah saya, hubungan kami sedang tidak baik, dan menuju arah perceraian! Jadi saya tidak bilang yang sebenarnya, sebab saya tidak ingin menjadi bahan obrolan penghuni komplek ini setiap hari! Hidup saya sudah cukup berat dengan beban lain yang tak perlu kalian tahu!” ujar Arin dengan nada tegas. Kedua mata Arin berkaca-kaca saat semua mata tertuju padanya. Seolah tatapan-tatapan para warga melucuti dirinya. Arin secara tak sadar memeluk dirinya sendiri. Tubuhnya sedikit gemetar manakala ia menjadi pusat perhatian. Tiga puluh menit yang lalu setelah pak Ilhan menjemputnya – lebih tepatnya memaksa Arin, akhirnya Arin haru

