“Sakit,” gumam Olevey dan memejamkan matanya sembari meringkuk di tengah ranjangnya. Slevi yang mendengar gumaman Olevey tentu saja merasa panik, ia mendekat dan memeriksa kondisi Olevey. Benar saja, ia melihat wajah Olevey yang memucat dengan keringat sebiji jagung yang membasahi kening serta pelipisnya. Slevi berniat untuk menyentuh tubuh nyonya yang ia layani, tetapi Slevi tersentak saat dirinya malah kembali mendengar rintihan penuh kesakitan yang digumamkan oleh Olevey. Slevi sama sekali tidak bisa membuang waktu untuk angkat kaki dari kamar Olevey demi mencari bantuan. Tak lama, Slevi datang dengan Diederich dan Exel yang melangkah dengan cepat mendekat pada Olevey yang masih meringkuk di tengah ranjang. Diederich naik ke atas ranjang dan merengkuh Olevey yang rupanya s

