*** Sisi memeluk erat tubuh Axel. Gadis itu seolah tak ingin membiarkan Axel melangkah sedikit saja menjauhinya. Airmatanya tak henti-hentinya mengalir dari kedua mata hazelnya. Walaupun Axel berjanji akan kembali tapi entah kenapa Sisi tidak mudah percaya dengan janji manis yang Axel ucapkan. 'Gue pasti sembuh dan kembali. Buat lo' bisik Axel ditelinga Sisi tapi gadis itu menggeleng kuat dengan kaitan tangan yang semakin erat. "Gue kan udah bilang sama lo, jangan pergi. Kenapa sih lo nggak mau sekaliiii aja nurut sama omongan gue?" Usapan lembut tangan Axel sama sekali tak bisa membuat Sisi tenang. Hatinya semakin berat untuk melepas Axel. Ia merasa jika hari ini adalah hari terakhir ia bisa melihat wajah Axel. Entah hanya perasaanya saja atau apa, yang jelas Sisi benar-benar tak mau

