Aurelia fokus membaca majalah, lalu mengepak barang. Aurelia memastikan semua siap saat dia harus pergi meninggalkan hotel menuju bandara. Sementara itu Arva mandi dan berganti pakaian. Arva berangkat ke Bandara sendirian menggunakan taxi. Arva duduk di kursi dan menunggu jadwal penerbangan. Arva begitu berat harus pergi sendiri tanpa istrinya. Tapi ada pekerjaan penting yang harus dikerjakan. Saat sampai di rumah Arva terlihat lesu, baru beberapa jam tidak bertemu. Arva sudah sangat merindukan istrinya. "Pulang-pulang mukamu kok ditekuk" ucap Ryan "Ini gara-gara kamu menyuruhku cepat pulang, aku jadi tidak bisa berlama-lama dengan istriku" ucap Arva yang kesal "Mau bagaimana lagi, ada masalah yang harus segera selesaikan. Ini aja aku mencari beberapa dokumen penting perusahaan" ucap

