Arva lagi berpikir keras bagaimana caranya untuk mengalihkan perhatian istrinya. Sebuah ide pun muncul "Sayang sini dong, aku sakit" ucap Arva Aurelia meletakkan buku dan berjalan ke arah Arva. Aurelia mengecek apakah suaminya itu demam atau tidak. "Kamu tidak demam Ar" ucap Aurelia "Sakit itu bukan hanya demam sayang" ucap Arva "Terus kamu sakit apa, perut, gigi, atau yang lain" ucap Aurelia yang merasa Arva tidak terlihat seperti sakit. "Aku sakit karena merindukanmu. Dan obatnya hanya kamu sayang" ucap Arva yang memeluk istrinya. Tapi untuk kali ini Aurelia bisa melepaskan pelukan dengan mudah. "Arva jangan suka banyak tingkah" ucap Aurelia yang berlalu dan kembali menata banyak buku "Ayolah sayang, jangan fokus dengan buku saja" ucap Arva yang justru dicuekin oleh Aurelia. "Ja

