Episode 48

1661 Kata

****** Setetes air mata jatuh membasahi pipi putih Kauri, entah kenapa dia merasa sangat sedih, seakan sesuatu yang buruk telah terjadi pada orang yang dikasihinya, ia pun menoleh kesamping, terlihat suaminya baik-baik saja tapi kenapa hatinya sangat sakit. Merik terkejut saat melihat air mata jatuh di pipi istrinya, ia pun cemas, takut kalau ada sesuatu yang salah hingga membuatnya menangis. "Ada apa, Kauri? Kenapa kau menangis? bukannya tadi kau merasa bahagia, ada apa, apa yang mengganggu perasaanmu? "tanyanya khawatir. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak, Merik, aku tidak tau, kenapa tiba-tiba hatiku terasa sangat sedih, oh, ya, Merik, besok kau mulai pengobatanmu, 'kan, aku akan menemanimu, "jawab Kauri yang mendadak mengalihkan pembicaraan. "Iya, "jawab Merik. Setel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN