Chapter 1

1087 Kata
 15-7-2021 My lovely husband episode 1. Tidak ada seorang pun yang bersedia menjalin perniakahan secara terpaksa, apa lagi ketika usia baru menginjak 19 tahun. Bahkan pernikahan pun belum bisa disahkan secara hukum dan hanya bisa disahkan secara agama. tapi tak bisa menikah di Indonesia, maka bisa menikah di luar negri. Itulah yang dilakukan keluarganya dan keluarga besar sang suami. Miki nakakno kauri, dia baru saja masuk perguruan tinggi tapi harus menjalin ikatan dengan seorang duda berusia 37 tahun dan memiliki seorang putri seusia dengannya. Entah permainan takdir apa yang sebenarnya menimpa dirinya. Meninggalkan kekasih tercinta dan harus menjalani hidup dengan pria tak pernah dikenalnya. “Ibu, aku tidak ingin menikah dengan tuan Merik. Ibu, aku ingin bertemu dengan kak Ivan, aku yakin kakak tidak akan setuju dengan pernikahan ini.” Remaja itu memohon pada seorang wanita yang telah melahirkannya, “Tidak bisa! Besok kau harus menikah dengan Merik Netsu kira. Suamimu itu orang yang sangat kaya raya, kamu tidak boleh menolak. Anggap saja kamu berbakti pada ibu, lupakan saja kakak tirimu itu. Anggap dia sudah mati!” balas sang ibu. Kauri hanya bisa pasrah menerima takdir dalam hidupnya, ia berharap suatu hari nanti dia akan bertemu dengan kakak tercintanya. Hari pernikahan tiba disaksikan hanya oleh orang-orang terdekat saja, setelah menikah Merik segera membawa istrinya tinggal di rumahnya, ia tidak tahu kalau istri kecilnya itu sama sekali tidak mencintainya, menikah hanya demi uang dan wujud bankti terjadap sang ibu. Pria 37 tahun tersebut sangat mencintai istri kecilnya, dia berjanji akan memperlakukan sang istri dengan baik dan akan selalu melindunginya. Setahun sudah mereka menikah, namun Kauri masih belum juga mencintai sang suami, dia selalu teringat pada mantan kekasihnya, Reva sugami. Masih segar dalam ingatannya bagaimana tatapan terluka dari pria yang menjadi kekasih hatinya saat dirinya memberitahukan bahwa ia hendak mengakhiri hubungannya dan menikah dengan Merik netsu kira. Kini gadis itu hanya mampu berdiri di depan jendela sambal memandangi langit bisu yang dihiasi bintang, ingatannya melayang pada sang kekasih hingga membuat hatinya terasa terhiris pilu. “Reva, aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu, kapan kita akan bertemu lagi. Maafkan aku,” katanya. Merik tersenyum melihat sang istri, gadis itu selalu saja berdiri di depan jendela. Entah apa yang dilihatnya, tapi sepertinya sangat kesepian. Mungkin karena akhir-akhir ini dirinya sangat sibuk dengan pekerjaan sehingga jarang menemani sang istri di rumah. Perlahan ia melangkahkan kaki menghampiri sang istri,” aku mencintaimu, kapan kita akan bertemu lagi? Maafkan aku.” Hatinya terharu ketika mendengar ucapan sang istri, ia tidak menyangka kalau ternyata gadis itu sangat merindukannya, ini semua salahnya. Terlalu sibuk bekerja sehingga melupakan kewajibannya terhadap sang istri. Greb… Kauri tersentak ketika menerima pelukan dari belakang, sebuah lengan kekar melingkari pinggang rampingnya, ia pun mendongakkan pendangannya. Ternyata pria yang telah menikahinya selama 1 tahun itu sudah kembali dari urusannya, padahal dia berharap kalau suaminya itu tidak usah kembali saja. Untuk apa kembali kalau hanya ingin mengajak bermain di atas tempat tidur. “Sayang, kamu tidak perlu mintak maaf. Seharusnya aku yang memintak maaf padamu. Karena aku selalu sibuk dengan pekerjaanku, akhirnya kamu menderita sendirian. Tapi kamu tenang saja, malam ini aku akan menebus semua kesalahanku.” Merik berbisik pelan di telinga sang istri, ia bahkan menjilat daun telinga gadis itu. Tubuh Kauri meremang, ia merasakan firasat buruk. Sudah setahun dia berhasil menjaga kesucian dari suami tuanya tersebut, sekarang pun harus bisa,”Me-Merik. Aku rasa kau lelah karena baru saja pulang kerja, jadi sebaiknya kau istirahat saja.” Dia berusaha menyingkirkan wajah pria tersebut, mana boleh dirinya membiarkan mahkotanya diambil oleh pria lain selain orang tercintanya. “Kau pengertian sekali, tapi malam ini aku sama sekali tidak lelah. Aku akan membuatmu merasa bahagia.” Tanpa menunggu protesan dari sang istri, pria itu langsung mengangkat tubuh mungil tersebut lalu membawanya ke atas tempat tidur. Meletakkannya pelan-pelan tubuh tersebut. Kauri membulatkan matanya, dia tidak boleh lengah dan membiarkan serigala menerkam mangsanya,”sayang, kita menikah sudah setahun. Tapi kamu masih saja malu-malu, kamu jangan khawatir ini akan pelan-pelan.” Merik mulai menciumi tubuh mungil gadis itu. Kauri menahan diri untuk tidak mendesah, sebisa mungkin dirinya harus membuat pria sialan itu menyerah dan menyingkir dari atas tubuhnya,”sayang, jangan ditahan. Aku ini suamimu, malam ini semua menjadi milikmu. Kita selesaikan malam pertama kita yang tertunda,” kata Merik. Kauri tidak bisa bertahan lagi saat sang suami terus memanjakan dirinya, tak ingin melawan lagi karena mungkin ini memang yang terbaik. Pria itu sudah terlalu baik padanya, bertahan dan bersabar hingga 1 tahun lamanya, karena itu biarlah malam ini menjadi malam pertama pernikahan mereka. ** Cip.. Cip.. Kauri mengerang tertahan ketika merasakan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, ia melihat sebelahnya. Ternyata pria tua itu masih tidur, kalau dipikir-pikir sekalipun sudah tua, kepala tida. Ternyata tubuhnya masih sangat bagus. Penasaran juga ingin menyentuh otot perut dan otot d**a sang suami, tidak apa kali ya? Apa lagi pria itu masih tidur. Wanita itu memberanikan diri untuk menyentuh d**a bidang tersebut, rasanya sangat menyenangkan,”ternyata d**a pria itu keras ya, tidak seperti dadaku.” “Tentu saja beda, sayang. Aku tidak menyangka istriku ternyata diam-diam ingin menyentuh tubuh suaminya. Istriku, kalau kamu ingin menyentuhku, memelukku atau melihat seluruh tubuhku. Atau kita melakukan yang seperti semalam, aku sangat tidak keberatan, tenang saja. Aku masih punya banyak tenaga, untuk bercinta beberapa ronde lagi.” Merik tersenyum menatap wajah cantik istrinya. Wajah Kauri langsung memerah, ia pun menarik kembali tangannya lalu membalikkan tubuhnya. “Jangan mimpi! Aku sudah sangat lelah, apakah kau belum puas menyiksaku?!” balasnya sewot padahal hanya menutupi rasa malunya. Pria itu terkekeh geli, ia pun beringsrut mendekat pada istrinya. Jemari lentiknya membelai lembut punggung mulus sang istri membuat tubuh gadis itu kembali meremang. Kauri tidak bisa membiarkan ini berlarut, kalau tidak, pria itu pasti akan membuat dirinya kehilangan akal lagi. Ia pun langsung menarik selimut yang menutupi tubuhnya dan tubuh sang suami lalu hendak membawanya pergi ke kamar mandi, tapi suara sang suami menghentikan langkah kakinya. “Istriku..” Dengan sangat terpaksa Kauri membalikkan tubuhnya,”Aaaa…” Ia memekit melihat tubuh sang suami telanjang bulat tanpa sehelai benang pun karena tak sengaja selimut yang menutupi malah ditarik olehnya. Merik terkekeh geli, ia pun turun dari tempat tidur lalu menghampiri sang istri,”kamu malu? Kan kamu sudah melihat semua,” katanya dengan senyum iblisnya. “Dasar m***m!” brak… Kauri langsung berlari ke kamar mandi dan langsung melempar selimut pada sang suami, rasanya sangat memalukan melihat tubuh pria tanpa sehelai benang sedikit pun.  terimakasih telah membaca, masih tahap revisi semoga para pembaca sekalian semakin suka. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN