Arten sedang ngopi sambil merokok di balkon, dia memandang senja yang tampak begitu indah. Arten merindukan Aluna, tapi masih belum bisa ke sana karena takut jika nanti Januar mengirim mata - mata mengikutinya dan tahu keberadaan Aluna. "Bos, Orang tua Januari sudah pergi semalam, " ucap Pain yang baru datang. "Tidak apa - apa, biarkan saja. Karena aku juga tidak punya pikiran untuk membunuh mereka, " jawab Arten santai. "Bos, kalau begitu sekarang kita bagaimana? Justin sudah mengeluh dengan pekerjaan barunya, " tanya Pain lagi. "Aku tahu ini akan terjadi, karena Justrun menyukai kebebasan dan sudah terbiasa hidup di alam liar. Kirimkan beberapa wanita cantik untuk menghibur nya! " "Iya, Bos. Terus sekarang kita akan bagaimana?" tanya Pain. "Tidak perlu terburu - buru, kita lih

