Aluna yang sempat terbangun lalu pingsan lagi, entah sudah berapa lama dia tidak sadarkan diri. Begitu membuka mata dia sudah berada di sebuah kamar dan … Tubuhnya bagian atas terbuka sebab bajunya telah koyak. "Apa kabar, Aluna? Eh putri Diana Floresa? " sapa Arten tersenyum manis. "Kau… Kau… " Pekik Aluna yang bahkan tidak bisa berbicara saking terkejutnya. "Kau kenapa? Bukankah seharusnya kamu memanggil aku Tuan? Oh iya, bagaimana cara aku mengucapkan selamat atas pernikahanmu? Kejam sekali kamu tidak mengundangku, " sindir Arten. Aluna sangat takut, tetapi mengingat mamanya yang sudah dipermalukan sampai bunuh diri dan juga keluarganya yang dihancurkan seketika amarah menumpuk dalam benak Aluna. Dia tidak lagi memperdulikan bagian tubuhnya yang terbuka, dia hanya berpikir untuk

