Malam berikutnya Aluna merasa kesal, dia sangat kesal sebab Arten pergi tanpa berpamitan terlebih dulu padanya. "Aku dulu sangat ingin dia pergi dari hidupku, tapi kenapa sekarang aku marah dia pergi tanpa bilang - bilang? Dan hati ini, merasa rindu saat dia tidak ada. Arten sedang apa ya? Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya, " gumam Aluna. "Cie… Yang lagu merindu, " goda Shasa dari belakang. "Apaan sih? " balas Aluna menahan malu. "Sudah, jangan ditutupi lagi. Kami sudah tahu kalau kamu sebenarnya juga mencintai Bos. Siapa sih yang tidak terpesona dengan ketampanan Bos, " timpal Lili. "Aku akui, Arten menang sangat tampan. Tetapi sayangnya dia itu kejam. Apakah kalian tidak tahu bagaimana sikap dia yang suka seenaknya sendiri? " sela Aluna. "Memang sih, Bos begitu. Ta

