Setelah kembali melanjutkan perjalanan, Arten dan Aluna menjadi canggung. Terlebih lagi Arten yang seolah sedang kasmaran. Dua - duanya sama - sama terdiam, entah malu atau apa hanya masing - masing dari mereka yang tahu. Pada tengah malam, akhirnya mobil Arten sampai pada desa yang berada di paling puncak. Begitu keluar dari mobil hawa dingin langsung menyerang mereka. "Sial, aku lupa bawa jaket, " umpat Arten. Aluna juga merasa dingin, tetapi karena ditutupi oleh rasa bahagia jadi dia mencoba mengabaikannya. Hacyu... Hacyu... Aluna mulia bersih berkali - kali, tubuhnya yang lemah memang mudah sekali sakit apalagi cuaca di tempat tersebut sangat dingin. Arten langsung menarik lengan Aluna untuk masuk di dalam mobil lagi yang hangat. "Ini tengah malam, rasanya tidak etis be

