Arten melihat Aluna yang sudah tertidur nyenyak, tak tega rasanya membangunkan wanita tersebut. Arten kemudian melihat ada beberapa bekas gigitan buah apel merah yang dipetik di depan rumah. Arten tersenyum, dia berpikir apakah yang menyukai buah itu adalah Aluna atau anak yang dikandungnya. Arten mengucap lembut kepala Aluna, membuat perempuan itu terbangun. "Arten, sejak kapan kamu di sini? " tanya Aluna kaget. "Baru saja, jika kamu mengantuk tidurlah. Jaga kesehatanmu dan juga bayi kita, " bujuk Arten. Aluna sangat kaget dengan sikap Arten yang begitu perhatian dan manis jika seperti itu bisa meleleh hatinya. "Bagaimana mungkin aku bisa tidur jika kamu ada di sini? " sindir Aluna. "Kamu takut padaku? " goda Arten mengedipkan sebelah matanya. "Aku mau tidur, jadi aku harap

