Jika ada yang mengisi hati mu, dan itu bukan aku. Selamat kamu sudah berhasil Mematahkan hatiku:) Sherena Twisa Admaja _______________ Sherena berbaring di ranjang rumah sakit. Matanya terus menatap Damar yang sedang tersenyum sendiri di layar ponselnya. Sudah hampir sebulan Damar bersikap acuh kepadanya. Sebenarnya Sherena ini bertanya, namun ia terlalu takut. Takut di bilang posesif, atau cemburuan. Tapi perubahan Damar sangat terasa, tidak ada usapan di kepalanya, tidak ada lagi yang mencium keningnya, dan juga tak ada lagi perhatian dari Damar untuknya. Entah kemana perginya semua itu. Yang jelas, Sherena merindukan sosok Damar yang dulu. 'Ya tuhan baru kemarin aku senang. Tapi mengapa sekarang kau jatuhkan. Melihat Damar yang lebih memperhatikan ponselnya pun rasanya seperti

