BAGIAN DUA PULUH EMPAT

858 Kata

Saat terindah saat bersamamu begitu lelapnya aku pun terbuai sebenarnya aku tlah berharap ku kan memiliki dirimu selamanya segenap hatiku luluh lantak mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu sungguh ku tak mampu tuk meredam kepedihan hatiku untuk merelakan kepergianmu ingin kuyakini cinta takkan berakhir namun takdir menuliskan kita harus berakhir Samson--Luluh❤ _____________________ Tyas terbangun dari tidurnya, ia melirik jam dinding di kamar. Pukul 01:00 dini hari, Tyas mengambil ponsel di atas meja. Kedua anaknya yang masih tertidur pulas di sampingnya. Mata Tyas teralih fokus untuk melihat ponsel. Ada nomor tidak di kenal menelpon yang menghubunginya ."Ini nomor siapa? Apa nomornya kak Bian yah?" ucap Tyas, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Tyas menelpon nomor pons

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN