"Kak Bian!" Tyas membuka selimut, agar Bian bangun dari tidurnya. "Apa sayangku, ini jam berapa?" ujar Bian menatap Tyas. Lelaki itu duduk di tepi ranjang. Membuat Tyas duduk di pangkuan Bian. Melingkarkan tangannya ke leher Bian. "Kenapa sayang, kenapa?" tanya Bian mengulangi ucapannya. "Laper," ujar Tyas memeluk Bian. "Emang lauk semalam habis?" tanya Buan menatap Tyas. Padahal Bian sangat ngantuk. Dan besok juga ia ada piket pagi. "Gak mau. Maunya mie goreng buatan kamu," ujar Tyas manja. "Ha? Mi goreng?" Tyas mengangguk, Bian melirik jam dinding. Pukul 1dini hari. "Ya, Kak. Buatin ini permintaan anak kamu," ujar Tyas merengek lagi. "Ya udah aku buatin. Yuk kedapur," ajak Bian. "Gendong.... " ujar Tyas manja. Bian segera mengendong Tyas. dan mendudukan Tyas di kursi

