Kejutan Apa Lagi Yang Akan Kuterima? "Tapi calon suami Kakak nggak bilang apa-apa kan? Maksudku belum mau membatalkan pernikahan itu?" tanyaku lagi. Susah juga ternyata ngomong sama anak yang masih labil seperti ini, emosi selalu di nomor satukan. "Tak taulah, Kak. Yang pasti tadi saat aku melabrak mereka, aku sudah bilang bahwa pernikahan ini harus batal, biar dia kembali pada mantan istrinya yang sok kecantikan itu!" "Ya, sudah, sekarang Kakak sabar dulu, ya. Ini sudah malam, bobok saja dulu, tenangin piikiran, siapa tahu besok ada keajaiban. Karena kulihat, sepertinya Kak Karen ini masih mengharapkan Bimo kok, dan mungkin tadi hanya emosi sesaat saja," hiburku. Kadang kupikir, lucu juga sih, aku menghibur pelakor yang merebut suamiku, disaat mereka bertengkar, ah...sandiwara macam

