Isi Lemari Itu Aku tentu saja langsung berniat menghubungi Delia, karena kurasa tak ada lagi orang yang bisa kumintai bantuan. Tapi ini sudah pukul sepuluh malam, rasanya terlalu malam untuk mengganggunya, apalagi tadi dia bilang, suaminya akan pulang, setelah acara diklat di luar kota selama tiga hari. Jarak rumah kami pun lumayan jauh, masih sekitar satu jam perjalanan. Saat aku masih bingung, Mas Satrio terus saja mencoba meneleponku dari tadi. Aku pun kemudian mengangkat panggilannya lagi, aku ingin tahu apa yang akan dibicarakannya. "Ada apa lagi?" ucapku sewot, saat menerima panggilan darinya. "Maafin aku ya, Ma. Maaf aku tadi terlalu emosi, karena aku shock setelah kehilangan tas itu tadi. Aku benar-benar minta maaf," ucap Mas Satrio lembut sekali. Apa ini? Setelah pertengkaran

