Andai bisa kulipat waktu dan merayu masa. Inginku memintal kebersamaan denganmu, bukan hanya sekadar impian dan rasa tak terjeda. Malam ini huruf demi huruf kurangkai menjadi fonem indah tercecer diempaskan congkaknya ribang, fonetik pun terbenam irama nyanyian jemawa keperkasaan yojana. Kemurkaan dan kegamangan-kegamangan meluluhlantakkan akal sehatku teredam rupa dan rayu. Sececah diriku tertegun pada sejumput afeksi kekaguman perangai tasamuh. Kekasihku ... kau masih saja diam setenang rembulan, kerlingan manja dariku berbalut senyum afiliasi membujuk malam hadirkan wujud cintamu. Kekasihku ... puja-pujiku mengudara menembus ke singgasana Ars berdatang sembah, tercermin reka-rekaan irasmu membayang dan terbilang. * Bayu tersenyum membaca tulisan tangannya. Entah mengapa dia menjad
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


