Windy Memberikan Reaksi

1556 Kata

Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Rian yang tertidur setelah shalat subu, baru saja terjaga. “Udah jam berapa, Om?” tanya Rian. Rumah sakit itu sudah sangat amat ramai. “Sudah jam sepuluh. Nyenyak banget ya tidur kamu sampai-sampai tidak terganggu dengan kebisingan yang ada.” “Maklum om, semalam nggak tidur. Apa ada perkembangan mengenai kondisi umi?” Putra menggeleng, “Belum ada perkembangan apa-apa, Rian. Kondisinya masih sama saja. Kamu cuci muka dulu sana, lalu minum teh ini. Teh ini sudah dingin, tapi om belinya masih hangat lo. Ini om juga beli lontong sayur, makan dulu.” “Terima kasih, Om. Tapi Rian mau cuci muka dulu. Oiya, Dian sudah datang?” Putra menggeleng, “Mungkin sebentar lagi. Saat ini mereka masih di rumah mamanya om. Mama sedang masak buat kita. Sebentar l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN