Satu bulan sudah Windy terbaring koma di ruang ICU rumah sakit besar di kota Padang itu. Belum ada perubahan berarti yang terjadi pada dirinya. Ia masih saja diam tanpa ekspresi. Bahkan Windy tidak pernah menangis lagi seperti yang pernah Santi dapati sebulan yang lalu. Perubahan fisik pun banyak terjadi. Mulai dari luka bekas kecelakaan, kondisi kaki Windy yang pastinya nanti akan bermasalah jika ia sadar dan beberapa hal lainnya yang pasti akan mengejutkan Windy jika Tuhan memberikan ia kesadaran suatu saat nanti. “Putra …,” ucap Santi seraya menepuk lembut Pundak sang anak. Putra kembali tertunduk lemah. Sudah dua puluh sembilam hari lamanya ia tidur di pelataran masjid setiap malam. Kadang di temani oleh Rian, kadang ia lakukan sendiri karena Rian punya urusan lain yang menurut pemu

