Lima hari sudah windy menjadi Nyonya Putra dan lima hari juga Ita masih koma di rumah sakit besar di kota yang sama dengan Windy. Windy bahkan tidak tahu kalau Ita saat ini membutuhkan maaf darinya. Jangankan Windy, keluarga Ita pun tidak tahu sama sekali. Ada rasa bersalah dan berdosa yang saat ini menggelayuti Ita. Ita yang saat ini sedang berjuang dengan mautnya. Hari ini, Putra memutuskan memboyong keluarganya ke rumahnya. Rumah besar berlantai dua yang selama ini sudah ia tinggalkan. Hanya sang ART saja yang masih menempati rumah itu. Ia bertugas menjaga, merawat dan memastikan rumah itu tetap bersih dan rapi walau Putra sendiri sudah lama tidak menginap di sana. “Putra, kenapa tidak tinggal di sini saja?” ucap Santi. “Lo, bukankah kita sudah sepakat, Ma. Katanya mama mau ikut kami

