Operasi sudah usai, kini Windy sudah berada di ruang observasi di poli kebidanan menunggu efek bius habis sebelum ia dipindahkan ke ruang rawat inap. “Mama, mama belum tidur?” tanya Windy. Waktu sudah sangat larut sementara Santi masih setia menemani mantan istri putranya itu. Santi menggeleng, “Mana bisa mama tidur kalau keadaan kamu saja belum jelas begini, Nak.” “Tidak, Nak. Ada langit, Dian dan juga Rian.” “Langit di sini? mana, Ma?” “Dia sudah tidur. Mama menyuruh Dian membawanya ke ruang rawat inap.” “Mentari?” tanya Windy. “Mentari tadi juga merengek minta ke sini, tapi tidak mama izinkan. Mama khawatir dengan kesehatannya nanti.” “Iya, Ma. Auuhh ….” Windy merintih seraya memegang perutnya.” “Kenapa, Windy? Sakit ya?” “Nggak apa-apa kok, Ma. Agak sedikit perih. Namanya jug

