Kabar Buruk

1808 Kata

Windy masih saja berdiri kaku. Permintaan, pertanyaan sekaligus pernyataan yang dilontarkan oleh Santi sangat mengejutkan baginya. Santi memerhatikan Windy dengan saksama. “Windy, ada apa? Kenapa kamu terdiam?” tanta Santi. “Hhmm … Maaf, Ma. Windy belum kepikiran ke arah sana. Lagi pula semua kejadian ini masih terlalu mendadak buat Windy. Untuk sementara, Windy memutuskan akan menjadi orang tua Tunggal saja untuk anak-anak. Tapi walau demikian, Windy tidak akan pernah menghalangi bang Putra ataupun mama ingin bertemu dengan Fandy.” “Hanya Fandy saja? Langit dan Mentari bagaimana? Apakah ke duanya bukan cucunya mama? Apa ke duanya juga bukan anak-anaknya Putra?” “Hhmm … I—iya, maksudnya yang anak kandung bang Putra’kan hanya Fandy saja, Ma. Langit dan Mentari itu beda ayah.” “Windy,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN