Ulang Tahun Kelabu

1877 Kata

Pagi sudah menjelang, pias jingga kini terhampar begitu indahnya di atas langit kota Padang. Pagi ini, Windy sengaja bangun lebih lama. Selain ia memang kurang enak badan dan sedang tidak dibolehkan beribadah karena datang bulan, hari ini pun merupakan tanggal merah. Langit dan Mentari tidak sekolah, harusnya Irfan pun juga tidak bekerja dan tidak kemana-mana. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Windy baru saja terjaga setelah tidur kembali ketika ia terbangun pukul tiga pagi seperti biasanya. Windy memerhatikan sekitar, ia sama sekali tidak melihat sang suami di sampingnya. Windy hanya mampu menghela napas, padahal harusnya hari ini ia bahagia karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. Windy pun turun dari ranjang, keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Kenzo. Perl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN