Putra mengetuk pintu kamarnya sebanyak tiga kali, lalu ia putar gagang pintu dan ia pun masuk ke dalam kamar yang dulunya ia huni bersama Nurul—istri pertamanya. Namun ia sudah merubah semuanya. Mulai dari dekorasi hingga perabotan pun, tidak ada kenangan bersama Nurul yang tersisa di sana. Putra bukannya ingin melupakan mendiang sang istri sepenuhnya, akan tetapi Putra hanya ingin menjalani kehidupan yang baru bersama Windy tanpa bayang-bayang Nurul. Putra memang masih mencintai Nurul karena Nurul merupakan cinta pertamanya, namun kali ini ia lebih dan lebih mencintai Windy. Tampak Windy sedang mendudukkan bokongnya di atas ranjang seraya menyandarkan punggungnya ke dinding ranjang. Ia sedang membaca sebuah buku sembari menunggu sang suami. Putra cukup kaget dengan pakaian yang saat i

